Selasa, 27 Maret 2012

Inspirasi: Untuk yg Sedang Galau Menghadapi Kebangkrutan

http://www.semuasaudara.com/

Suatu hari seseorang bertanya pada saya, “Pak, harus mulai dari mana nih. Saya sedang susah dan bangkrut, seperti berada di titik nadir”

Saudaraku,

Pandanglah ke luar...Dunia ini terang dan indah!

Pandanglah ke luar...Dunia ini terang dan indah!

Setiap orang pasti mengalami yang namanya ‘jatuh’. Berada dalam keadaan yang serba salah. Banyak penyebabnya. PHK, rugi dalam bisnis, ditipu orang, kecelakaan, sakit, dan lain sebagainya hingga terlilit hutang yang cukup sulit secara akal untuk dilunasi. Sayapun pernah mengalami hal serupa. Sehingga, saya sangat bisa memahami perasaan orang yang bertanya itu, sangat merasakan sampai hati yang terdalam saya. Terus terang saya merinding sebenarnya ketika harus menjawab pertanyaan seperti itu.

Dalam keadaan sulit itu, satu hal yang terpenting, yaitu merasa YAKIN bahwa dari semua yang hilang (harta-kedudukan-popularitas-teman) pasti masih ada yang DISISAKAN oleh ALLAH SWT sebagai senjata pamungkas agar kita bisa bangkit lagi. Sesuatu yang tersisa tersebut bisa dalam bentuk apa saja. Bisa simpanan uang, sahabat, atau bahkan ilmu yang selama ini kita kuasai. Apa saja…ya, potensi itu bisa dalam bentuk apa saja.

Apa yang harus dilakukan?

Yang harus dilakukan pertama kali adalah: Tenangkan diri.

Ini sebenarnya sederhana sekali. Menenangkan diri itu sangat penting, karena hanya dengan pikiran yang tenang kita dapat menghasilkan karya dan solusi yang hebat. Jika diri belum tenang, hati masih diliputi kegalauan yang amat sangat, alamat apapun yang kita perbuat dan kerjakan akan menjadi salah melulu, dan tidak akan sampai pada solusi yang kita inginkan, bahkan akan menambah masalah saja.

Bagaimana caranya menenangkan diri? Wah ini macam-macam. Kalau saya, saat berada di titik nadir kehidupan, saya akan mengadu pada ALLAH, setelah itu saya akan datangi orang tua saya, ayah, ibu, mertua. Kepada ALLAH saya bersimpuh mohon ampun dan berusaha mendekatkan diri sedekat-dekatnya. Kepada orang tua dan juga mertua, saya mohon maafnya, mohon restunya, dan bersimpuh dikakinya. Semua itu sangat membantu dalam proses penenangan diri itu. Dan cara ini terbukti “it works!”.

Yang berikutnya adalah: Jangan menyendiri.

Artinya, dalam keadaan sesulit apapun, usahakan tidak banyak menyendiri meratapi nasib. Tetaplah bergaul dan bersilaturahmi. Hubungi kembali sahabat-sahabat lama, saudara-saudara dekat dan saudara jauh. Mengapa? Karena dengan menyendiri, kita akan merasa bahwa dunia ini begitu sempit. Seakan semua beban kesulitan dunia ini ada di pundak kita sendiri.

Yang saya lakukan saat saya terjatuh, saya bersilaturahim ke lebih banyak orang dibanding biasanya. Saya telepon satu persatu kerabat-kerabat dan teman-teman saya. Saya buat janji bertemu dengan mereka. Dan satu hal terpenting: SAYA TIDAK BERKELUH KESAH ketika bertemu dengan mereka. Benar! Saya hanya benar-benar menjalin silaturahim, dan berbincang seperti biasa sambil sesekali minta saran siapa tau saja ada sesuatu yang bisa dijadikan bisnis. Penting: Jangan berkeluh-kesah, apalagi minta bantuan uang.

Selain kita bersilaturahim pada orang-orang yang sudah kita kenal, sebaiknya juga, kita berusaha mencari lebih banyak kontak baru, kenalan baru, guru-guru baru. Lebarkan koneksi semampu kita, kalaupun hari ini belum terasa manfaatnya, pasti suatu hari akan berguna…

Saudaraku,

Setelah ke ALLAH dan Orang tua, mengapa silaturahim itu penting? Ya, sangat penting. Karena kita tidak mengetahui dari jalan yang mana ALLAH akan mengangkat kita kembali. Bisa jadi ide akan muncul saat berjalan-jalan. Saat bertemu seseorang dan lain sebagainya. Atau siapa tahu salah seorang kerabat yang kita temui adalah solusi. Misalnya, ternyata selama ini dia mencari kita karena ada yang dia butuhkan dari keahlian kita. Nah kan jadi klop. Atau, bisa saja sumber bisnis baru kita dapatkan setelah kita ngobrol-ngobrol berbagi ide, atau bahkan lebih dari itu. Who Knows??

Last but not least….

Sebagai seorang yang berjiwa pejuang, pasti tidak ada kata gagal sebelum kita memutuskan untuk gagal. Gagal bukan karena kita tidak berhasil dalam suatu hal, tapi gagal adalah karena kita memutuskan untuk gagal dan berhenti mencoba karena berputus asa.

Sesulit apapun keadaan, cobalah selalu bersyukur pada apa yang sudah dicapai, dan diperoleh. Dan seperti petuah ustadz Yusuf Mansyur, justru dalam keadaan sulit, kita harus mampu mengalahkan ketakutan dan kekikiran yang ada pada diri kita. Banyakin sedekah….

Semoga bermanfaat.

Ahmadi

Kaliwungu, Maret 2012

0 komentar:

 
;